Selamat Datang Di Website "Freebayar" Kami Perusahaan yang melayani transaksi Reservasi Online dengan satu sistem dan memiliki legalitas yang syah dari MMBC - Jakarta Pusat

MELAYANI:

MELAYANI:
Booking Tiket Pesawat & Loket Pembayaran Online dengan Mudah - Cepat - dan Murah Tlp.Ktr 085332256794 Tlp. Rumah 082250202858 Line : 082250202858 WA: 085332256794 BBM D18DD8E84

Wisata di Pantai Doreng Sikka Maumere

Pantai Doreng Sikka adalah sebuah pantai yang masih alami dan belum terjamah yang terletak di Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pantai dengan pasir putihnya yang sangat bersih dan berkilau ini memiliki panjang pantai sekitar 4 kilometer.
 

Di pantai yang belum terjamah ini Anda bisa melakukan aktivitas berenang sambil berjemur sinar matahari. Kesunyian dan ketenangan pantai dengan deburan ombak membuat Anda akan betah berlama-lama di pantai ini. Terkadang banyak turis yang tertidur dibawah rindangnya pohon hingga sore hari kemudian bergegas pulang ke Maumere.

Di tengah hamparan pohon kelapa, banyak kepiting yang bersembunyi di batu karang. Mereka akan bergerak ke pesisir pantai untuk memanjat pohon kelapa yang kemudian mengkonsumsi buah kelapa kering yang jatuh ke tanah.

Saat air surut tampak bibir pantai bisa mencapai 200 meter sehingga terumbu karang yang sangat indah akan terlihat dengan jelas. Atas penjagaan warga setempat, Terumbu Karang di Pantai Doreng Sikka terawat dengan baik dan masih sangat alami. 
 
 
Paparan pantai indah langsung terlihat dari ketinggian. Dari sini kita bisa menikmati riak-riak gelombang dengan buih-buih ombaknya yang saling berebutan menuju bibir pantai. Perasaan lega memenuhi dada kami. Rasa bete dan capek dalam perjalanan terobati dengan kompensasi yang lumayan. Jika saja ada investor yang mau membangun tempat-tempat penginapan di ketinggian maupun di pesisir pantai dengan di dukung promosi dari pemerintah daerah, jelas akan banyak wisatawan yang akan berkunjung kesini. Langsung atau tidak kehidupan ekonomi masyarakat setempat akan terangkat. Yang penting adalah akses jalan yang rusak segera di perbaiki.
 
Memang disini tak ada sama sekali penginapan. Apalagi warung-warung makan. Singkat kata belum terjamah kehidupan moderen. Masyarakat desa masih mengandalkan hasil bumi perkebunan untuk menopang kehidupan mereka. Suasana alamiah sangat terasa ketika berada di kawasan ini. 
 
 
Panjang pantai berpasir putih ini sekitar 4 Km (empat Kilometer). Kedua ujung pantai ini memiliki hamparan pasir hitam alias pasir besi. Batu-batu hitam mengkilap terlihat di sekitar bagian bawah tebing.Sesekali ombak-ombak besar menghantam batu-batu ini,pecah berantakan dengan buihnya yang menjulang tinggi. 

Lebar pantai berpasir putih sangat lumayan.Bahkan pasir putih ini melebar sampai ke pemukiman rumah warga dan jalan sekitar. 

Di Desa Nen Bura (Pasir Putih) kita juga bisa membawa oleh-oleh sovenir cantik yang di buat oleh ibu-ibu. Sovenir dalam bentuk asbak,boneka-boneka kecil dan lain-lain dibuat dengan menggunakan siput atau kerang dan pasir besi yang di ambil dari Pantai Doreng. Kelihatan cantik dan bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Pantai Taman Wisata Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasoinal di Indonesia, yang terletak di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Taman nasional ini ditetapkan pada tahun 2002, dengan total area 1,39 juta ha, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang; yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. 

Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut yang memiliki 25 buah gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki ragam spesies ikan. Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias.
Tidaklah salah jika Wakatobi menjadi Destinasi Wisata yang diprioritaskan pada tahun 2016 ini oleh Pemerintah Indonesia. 

Tour Wisata di Kepulau Sangalaki

Pulau Sangalaki adalah sebuah pulau kecil seluas 15,9 hektar. Pulau ini adalah salah satu pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan adalah gugusan pulau yang terkenal hingga ke mancanegara. Selain dari Sangalaki, pulau lain yang terkenal dari Kepulauan Derawan adalah Pulau Kakaban dan Pulau Derawan. Pulau Sangalaki terletak di bagian semenanjung utara perairan Kabupaten Berau. Oleh karena itu secara administratif, Pulau Sangalaki masuk kedalam wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Sebagian besar penyu yang ada di dunia merupakan spesies yang terancam punah. Itu termasuk spesies penyu sisik dan penyu hijau yang hidup di Pulau Sangalaki. Bukan hanya itu saja, tapi Pulau Sangalaki juga merupakan tempat bertelur utama bagi penyu hijau di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu wajar saja apabila Pulau Sangalaki mempunyai fasilitas konservasi penyu yang sangat baik.

Tidak begitu sulit untuk menemukan penyu di Pulau Sangalaki. Ketika anda berjalan dipantai saja suda terlihat beberapa jejak penyu. Hanya saja penyu ini baru datang ke Pulau Sangalaki pada saat malam hari. Pada malam hari bisa ditemui puluhan penyu yang datang kesini. Setiap tahunnya total ada lebih dari 3.700 penyu yang mampir ke pulau ini.

Mereka datang ke Pulau Sangalaki untuk bertelur, terutama pada saat air laut sedang pasang. Kegiatan bertelur para penyu di Pulau Sangalaki bisa dibilang semi alami. Karena setelah penyu-penyu tersebut selesai bertelur, telur yang sudah ditetaskan akan diawasi. Apabila dirasa tidak aman posisi dimana penyu menguburkan telurnya, maka akan ada beberapa petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang memindahkan telur ini ke lokasi lain yang dianggap lebih aman. Hewan seperti biawak yang juga tinggal di Pulau Sangalaki dikenal suka memangsa telur penyu.

Satu penyu dewasa mampu bertelur sebanyak 100 butir. Setiap malamnya ada lebih dari 20 penyu dewasa yang bertelur di Pulau Sangalaki. Karena mereka bertelur dalam waktu yang berdekatan, maka pada saat menetas akan ada ribuan anak penyu yang disebut dengan tukik sedang berebutan untuk duluan menuju laut.
Sayangnya, meskipun jumlah tukik yang baru menetas bisa mencapai ribuan, namun hanya beberapa dari mereka yang akan bertahan hingga dewasa. Ketika baru menyentuh perairan saja sudah ada beberapa ekor elang yang terbang diatas laut sedang mengintai tukik. Satu ekor elang ini mampu memakan 3 hingga 4 ekor tukik. Belum lagi berbagai predator pemangsa tukik yang ada di lautan. Bahkan ketika mereka sudah dewasa dan berukuran besar dengan cangkang yang kuat, masih tetap tidak aman dari predator.

Ada hiu yang dikenal suka memangsa penyu dewasa dengan gigi taring yang kuat dan mampu merobek cangkang penyu yang keras. Dari ribuan tukik yang menetas di Pulau Sangalaki, hanya puluhan yang berhasil hidup hingga dewasa. Sebagian dari penyu dewasa ini akan kembali lagi ke Pulau Sangalaki untuk bertelur.
Tidak seperti Pulau Derawan yang dikembangkan sepenuhnya untuk tujuan wisata, hanya 3% dari Pulau Sangalaki yang dibangun. Sisanya dibiarkan dalam keadaan sealami mungkin.

Karena memang pada Pulau Sangalaki lebih ditekankan dalam usaha konservasi dan ekologi. Tapi bukan berarti tidak ada fasilitas sama sekali disini. Ada pihak swasta yang menyediakan berbagai fasilitas untuk kegiatan snorkeling, menyelam, hingga penginapan. Sangalaki Dive Lodge adalah pihak yang bertanggung-jawab untuk urusan ini.

Hal menarik yang bisa anda lakukan di Pulau Sangalaki selain melihat aktifitas penyu adalah menyelam bersama pari manta. Pari manta adalah hewan laut yang langka. Beberapa pengunjung ada yang datang ke Pulau Sangalaki khusus untuk melihat pari manta ini. Di laut bebas, tubuh pari manta yang berbentuk seperti layang-layang ini bisa mencapai lebar 7 m.

Tapi yang hidup di Pulau Sangalaki adalah dari jenis pari manta karang yang tubuhnya hanya bisa tumbuh hingga selebar 5,5 m. Tetap saja pengalaman menyelam bersama pari manta merupakan pengalaman yang luar biasa. Perjalanan jauh untuk melihat pari manta di Pulau Sangalaki bisa dibilang sepadan.

Untuk penginapan, Sangalaki Dive Lodge menyediakan 10 pondok yang mereka sebut dengan chalets dengan pemandangan yang langsung menghadap ke laut. 10 chalets tersebut dibagi menjadi 2 tipe, yaitu Euro dan Bornoe. 4 chalets adalah tipe Euro, sementara yang 6 lainnya merupakan tipe Borneo. Setiap chalets mempunyai beranda sendiri, dengan dua unik kasur, dan kamar mandi yang dilengkapi dengan pancuran air panas.

Hanya chalets yang bertipe Euro yang dilengkapi dengan AC. Selain penginapan, fasilitas pendukung lainnya yang disediakan seperti teras berjemur, ruang santai, dan ruang makan. Ada bangunan yang disebut dengan dive station. Bangunan ini digunakan sebagai tempat penyimpanan alat selam sekaligus tempat briefing yang biasanya dilakukan sebelum menyelam.

Untuk menuju ke Pulau Sangalaki, anda bisa menumpang speed boat dari pulau lainnya yang ada di Kepulauan Derawan. Bisa juga langsung berangkat dari Pelabuhan Tanjung Batu. Pelabuhan ini berada di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Dari Tanjung Redeb diperlukan waktu 2,5 jam untuk menuju ke pelabuhan.

Tanjung Redeb mempunyai bandara yang melayani rute dari Jakarta. Sementara speed boat yang ada di Pelabuhan Tanjung Batu bisa disewa dengan biaya Rp 400.000 untuk menuju ke Pulau Sangalaki. Tidak seperti Pulau Derawan yang setiap jum’at disinggahi oleh Kapal Cepat, Pulau Sangalaki tidak mempunyai fasilitas ini. Jadi satu-satunya cara adalah menggunakan speed boat sewaan.

Wisata di Kepulauan Derawan Kalimantan Timur

Lokasi Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Pantai Pulau Derawan
Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.

Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau.

Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.

Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muaras, gosong Pinaka, gosong Buliulin, gosong Masimbung, dan gosong Tababinga.

Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.

Kepulauan Derawan ini sedang dipromosikan oleh Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur, sebagai salah satu wisata andalan. Wisatawan lokal dan Mancanegara, makin berwisata disana, pilihan selain untuk menyelam, melihat proses bertelur penyu, juga menikmati pantai yang bersih dan indah. Sepanjang pantai bersih dan tidak ada sampah. Fasilitas komunikasi di Kepulauan Derawan sudah baik, sebagai contohnya adalah sudah terjangkau dengan sinyal 3G.

Resort dan Penginapan yang ada di Kepulauan Derawan banyak tersebar di pinggir pantai, dengan harga yang lebih murah misalnya dibandingkan dengan tempat wisata di Bali maupun di Lombok.

Kepulauan Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2005.

Wisata Alam Pacitan

Pacitan meyimpan banyak sekali tempat wisata yang menakjubkan, hal tersebut terlihat dari keindahan alamnya yang mengagumkan dan salah satunya yaitu pantai klayar. Salah satu pantai pacitan yang sudah tersohor ke penjuru Indonesia dan menjadi tempat wisata di pacitan yang populer dan menarik. Daya tarik yang dimiliki oleh pantai klayar tidak ada duanya di pantai lain yang ada di Indonesia dan membuat para wisatawan terpesona.

Objek wisata pantai klayar termasuk surga dunia yang ada di jawa timur dan popularitasnya sudah di akui para wisatawan yang berkunjung, bahkan warga jawa timur sudah kenal dengan pantai ini. Lokasi pantai klayar berada di desa kalak, Kab. Pacitan , Jawa Timur. Jika anda menempuh dari pusat kota pacitan, anda akan sampai sekitar 1 jam. Banyak hal menarik di pantai klayar yang bisa anda jumpai, panorama alam disini sangat beragam dan pastinya tidak akan membosankan.

Terpesona Kejernihan Labuan Cermin Biduk

Bagai melihat cermin, bisa berkaca dan melihat dasar danaunya. Itu baru secuil keindahan dari sekian banyak panorama alam menakjubkan lainnya yang saya dapatkan saat berkunjung ke Danau Labuan Cermin di Biduk Biduk, Berau, Kalimantan Timur.

Di Kalimantan Timur, jauh di pedalamannya terdapat sebuah danau cantik bernama Danau Labuan Cermin. Danau jernih initidak hanya memiliki pemandangan yang menawan tapi juga unik, memiliki kandungan air asin seperti laut dan juga air tawar.

Menjelang tengah hari, dengan menggunakan mobil 4x4 double cab saya memulai perjalanan panjang menuju salah satu tempat terindah di Indonesia. Sempat mampir ke Bontang sebelum akhirnya lanjut ke Bengalon untuk istirahat dan bermalam. Sore harinya sudah sampai di Bengalon setelah sempat mengisi bahan bakar di Sangatta. Saya memang berencana menginap karena untuk melanjutkan perjalanan malam sangat riskan karena banyak melewati perkebunan sawit dengan banyak persimpangan. Sementara perjalanan Bontang-Bengalon relative lancar karena masih ramai dan jalannya lumayan bagus walaupun ada beberapa tempat yang sudah mulai berlubang.

Terpesona Kejernihan Labuan Cermin

Sekitar jam 11 siang akhirnya saya melihat plang bertuliskan “Selamat Datang di Desa Wisata Biduk- Biduk.” Pemandangan di sini sudah mulai tampak keindahannya. Pohon-pohon kelapa tinggi menjulang tertata rapi, sungai-sungai kecil yang jernih memotong jalan dan rumah-rumah berukuran kecil yang terbuat dari kayu di pinggir pantai. Rumahrumahnya kelihatan asri dikarenakan tertata rapi dan terdapat rumput hijau yang menyejukan mata. Rasa lelah akibat perjalanan panjang sekitar 11 jam sepertinya tak dihiraukan. Setelah shalat Jumat, saya langsung ke jembatan besi untuk menuju ke Labuan Cermin, tak lupa membawa bekal untuk makan sehabis snorkeling di sana.

Wisata di Labuan Cermin sudah dikelola oleh sekelompok warga lokal secara swadaya. Salah satunya adalah dengan menyediakan kapal kayu untuk mengantarkan wisatawan menuju lokasi danau. Untuk rombongan, tarif kapal hanya dipatok Rp. 10.000 saja per orang. Namun jika sewa penuh , maka tarif sewanya untuk pulang-pergi menjadi Rp. 100.000,-. Di sini juga tersedia penyewaan alat snorkeling dengan tarif Rp. 50.000 full set. Pengelola wisata Danau Labuan Cermin sangat antusias dalam menjaga kelestarian dan kebersihan danau. Hal itu dibuktikan dengan rutinnya mereka memungut seluruh sampah yang biasanya ada di sekitar dermaga kayu di dalam area danau. Tak heran, Danau Labuan Cermin selalu terlihat bersih meski sering dikunjungi oleh banyaknya wisatawan domestik.

Travelling di Dermaga Danau Kakaban

Dermaga Danau Kakaban.
Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Letaknya tidak jauh dari Pulau Derawan. Pulau Kakaban adalah salah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban masih cenderung murni dan jarang dikunjungi orang karena lokasi jauh terpencil dan belum ada sarana transportasi yang memadai layaknya tempat wisata alam lainnya.
Danau ini agak berbeda dan unik dengan kebanyakan danau yang ada di Indonesia, di dalam danau ini terdapat ubur-ubur yang tidak menyengat. Berdasarkan informasi dari kawan saya, ubur-ubur seperti ini hanya terdapat di dua tempat di dunia, yaitu di Danau Kakaban, Kalimantan Timur dan Jellyfish Lake di Palau, Mikronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik.




Berdasarkan laporan yang disusun oleh Kuenen, peneliti dari Belanda saat melakukan ekspedisi Snellius I pada tahun 1929-1933, melakukan penelitian hidrografi dan geologi dengan mengumpulkan sedimen dasar laut. Menurutnya, Pulau Kakaban terbentuk dari atol yang terangkat dari lempeng samudra dari kedalaman 200-300 meter. Pada awalnya terdapat daratan yang dikelilingi atol, lama kelamaan daratan tenggelam ke dasar laut karena proses geologi. Karang yang membentuk atol ini semakin tinggi, sementara daratan di bagian tengahnya semakin tenggelam sehingga sekarang ini atol pulau Kakaban mencapai ketinggian 40-60 meter di atas permukaan laut. Dan atol setinggi ini diperkirakan terbentuk selama 1-2 juta tahun.
Perjalanan menuju Pulau Kakaban saya awali dari Pulau Derawan karena kebutulan kala itu saya menginap di sebuah penginapan di Pulau Derawan. dari Pulau Derawan memakan waktu empat puluh lima menit menggunakan perahu cepat.

Sesampainya di dermaga Pulau Kakaban saya disuguhi pemandangan laut yang sangat indah, airnya biru dan bening, dasar lautnya terlihat dari dermaga. Sejauh mata memandang terhampar laut biru yang menenangkan mata. Dari dermaga saya harus menaiki tangga kayu yang sudah disediakan pengelola setempat. Danau Kakaban terletak ditengah pulau dan saya harus melewati tangga yang dikelilingi pepohonan bakau besar yang membentuk hutan mangrove. Jalan di tanngga ini harus serba hati-hati karena kondisinya licin.
Saat saya mengunjungi tempat ini saya berenang dan menyelam ke dasar danaunya untuk bertemu ubur-ubur unik ini. Danaunya amat luas dan semakin ketengah semakin dalam, walaupun saya bisa berenang saya tetep berenang membawa pelampung untuk jaga-jaga saja bila saya lelah.

Saya hanya membawa pelampung dan kaca mata renang saja, tidak membawa fin atau kaki katak. Satu hal yang harus diingat saat berenang di danau ini adalah jangan menggunakan kaki katak atau fin, karena benda ini akan membahayakan ubur-ubur bila terkena atau tertendang fin saat kita berenang, dikhawatirkan banyak ubur-ubur yang mati, jadi berenanglah dengan hati-hati dan tetap menjada kelestarian biota Danau Kakaban.