Dermaga Danau Kakaban.
Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Letaknya
tidak jauh dari Pulau Derawan. Pulau Kakaban adalah salah satu dari
total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.
Pulau Kakaban masih cenderung murni dan jarang dikunjungi orang karena
lokasi jauh terpencil dan belum ada sarana transportasi yang memadai
layaknya tempat wisata alam lainnya.
Danau ini agak berbeda dan unik dengan kebanyakan danau yang ada di
Indonesia, di dalam danau ini terdapat ubur-ubur yang tidak menyengat.
Berdasarkan informasi dari kawan saya, ubur-ubur seperti ini hanya
terdapat di dua tempat di dunia, yaitu di Danau Kakaban, Kalimantan
Timur dan Jellyfish Lake di Palau, Mikronesia di kawasan tenggara Laut
Pasifik.
Berdasarkan laporan yang disusun oleh Kuenen, peneliti dari Belanda
saat melakukan ekspedisi Snellius I pada tahun 1929-1933, melakukan
penelitian hidrografi dan geologi dengan mengumpulkan sedimen dasar
laut. Menurutnya, Pulau Kakaban terbentuk dari atol yang terangkat dari
lempeng samudra dari kedalaman 200-300 meter. Pada awalnya terdapat
daratan yang dikelilingi atol, lama kelamaan daratan tenggelam ke dasar
laut karena proses geologi. Karang yang membentuk atol ini semakin
tinggi, sementara daratan di bagian tengahnya semakin tenggelam sehingga
sekarang ini atol pulau Kakaban mencapai ketinggian 40-60 meter di atas
permukaan laut. Dan atol setinggi ini diperkirakan terbentuk selama 1-2
juta tahun.
Perjalanan menuju Pulau Kakaban saya awali dari Pulau Derawan karena
kebutulan kala itu saya menginap di sebuah penginapan di Pulau Derawan.
dari Pulau Derawan memakan waktu empat puluh lima menit menggunakan
perahu cepat.
Sesampainya di dermaga Pulau Kakaban saya disuguhi pemandangan laut
yang sangat indah, airnya biru dan bening, dasar lautnya terlihat dari
dermaga. Sejauh mata memandang terhampar laut biru yang menenangkan
mata. Dari dermaga saya harus menaiki tangga kayu yang sudah disediakan
pengelola setempat. Danau Kakaban terletak ditengah pulau dan saya harus
melewati tangga yang dikelilingi pepohonan bakau besar yang membentuk
hutan mangrove. Jalan di tanngga ini harus serba hati-hati karena
kondisinya licin.
Saat saya mengunjungi tempat ini saya berenang dan menyelam ke dasar
danaunya untuk bertemu ubur-ubur unik ini. Danaunya amat luas dan
semakin ketengah semakin dalam, walaupun saya bisa berenang saya tetep
berenang membawa pelampung untuk jaga-jaga saja bila saya lelah.
Saya hanya membawa pelampung dan kaca mata renang saja, tidak membawa fin
atau kaki katak. Satu hal yang harus diingat saat berenang di danau ini
adalah jangan menggunakan kaki katak atau fin, karena benda ini akan
membahayakan ubur-ubur bila terkena atau tertendang fin saat kita
berenang, dikhawatirkan banyak ubur-ubur yang mati, jadi berenanglah
dengan hati-hati dan tetap menjada kelestarian biota Danau Kakaban.
Home »
Wisata Timur Indonesia
» Travelling di Dermaga Danau Kakaban
Travelling di Dermaga Danau Kakaban
Posted by Hariyanto Sudibyo
Posted on April 13, 2017
with No comments


0 komentar:
Posting Komentar